fellas

Apakah Anakku Mengalami Stunting?

Stunting diartikan sebagai suatu kondisi dimana tumbuh kembang dari anak mengalami suatu gangguan. Ketika anak mengalami keterlambatan dalam hal perkembangan umumnya orang akan menyimpulkan bahwa anak mengalami stunting. Banyak orang tua yang bertanya tanya apakah anakku mengalami stunting? Untuk jelasnya simak ulasan dibawah Memahami Ciri Anak Mengalami Stunting Sering Mengalami Sakit Ciri pertama yang bisa diketahui dari kondisi anak yang menderita stunting yaitu terkait dengan menurunnya fungsi kekebalan pada tubuh karena mengalami kekurangan nutrisi dalam waktu berkepanjangan. Anak dengan sistem kekebalan yang rendah akan rentan mengalami penyakit infeksi mulai dari muntah, diare, demam dan penyakit lainnya Memiliki Tubuh yang Pendek Tanda stunting pada anak yang berikutnya yaitu terlihat pada perawakannya yang pendek. Ciri ciri yang satu ini sangat mudah untuk dibandingkan dan dilihat dengan anak seusianya. Namun, orang tua harus tahu bahwa tidak setiap anak bertubuh pendek dianggap menderita atau mengalami pertumbuhan yang lambat dan tidak sama dengan sebayanya Jadi jika Anda merasa telah memberikan makanan terbaik kepada anak namun anak tetap masih kecil, tidak perlu langsung merasa khawatir. Hal tersebut dapat terjadi karena adanya faktor lain mungkin memengaruhi keadaan ini. Untuk bisa mendapatkan hasil diagnosa yang lebih pasti maka langkah yang perlu dilakukan yaitu dengan melakukan pemeriksaan ke dokter Menurunnya kemampuan Kognitif Ciri terakhir yang bisa menjawab pertanyaan apakah anakku mengalami stunting? Yaitu dengan menurunnya kemampuan kognitif. Penurunan kognitif diartikan sebagai salah satu karakteristik yang paling memprihatinkan dari anak-anak terbelakang. Stunting dapat mempengaruhi kemampuan kognitif seorang anak yang ditandai dengan IQ rendah bahkan disabilitas intelektual. Kemerosotan kemampuan kognitif tercermin dari ketidakmampuan perkembangan anak. Misalnya, anak belum bisa berbicara sebelum usia 2 tahun atau makan sendiri sebelum usia 1 tahun. Agar tidak melakukan diagnosa secara sembarangan maka anda perlu melakukan konsultasi kepada dokter. Dengan begitu maka anda akan mengetahui cara penanganan terbaiknya

Memahami 3 Kebutuhan Nutrisi Anak Berkebutuhan Khusus Agar Tumbuh Sehat

Bagi para orang tua yang memiliki anak berkebutuhan khusus harus memiliki perhatian dan dukungan lebih kepada anak. Hal tersebut dilakukan agar anak bisa memperoleh gizi dan tumbuh kembang yang baik . terdapat beberapa hal yang perlu diberikan kepada anak berkebutuhan khusus. Inilah jenis kebutuhan nutrisi anak berkebutuhan khusus yang harus terpenuhi Memahami Kebutuhan ABK Agar Tumbuh dengan Baik Kandungan Protein Selain menerapkan diet Bebas Gluten dan Kasein, anak berkebutuhan khusus juga harus mendapatkan asupan yang bergizi untuk bisa meningkatkan kekebalan tubuh dari berbagai jenis infeksi. Beberapa jenis nutrisi yang harus terpenuhi yaitu berupa Protein. Protein ini berperan penting dalam pembentukan otot serta jaringan tubuh dan menjaga kekebalan tubuh Kandungan Vitamin Selanjutnya, vitamin A juga dimanfaatkan untuk bisa membuat antibodi agar bisa menetralisir patogen yang menyebabkan infeksi. Vitamin B atau lebih tepatnya B6, B9 dan B12 menjadi kandungan yang berkontribusi untuk respon pertama tubuh ketika diketahui sebagai patogen. Setelah itu terdapat Vitamin C dan E yang berguna untuk memberikan perlindungan terhadap sel stress oksidatif Ada juga vitamin D yang akan dibutuhkan oleh anak berkebutuhan khusus untuk bisa membantu dalam menghancurkan patogen yang menyebabkan infeksi serta meningkatnya kesehatan pada sistem pernafasan. Vitamin D ini akan sangat dibutuhkan bagi sebagian sel kekebalan. Jadi jangan  pernah abaikan fungsi serta kegunaan dari vitamin sebagai nutrisi tubuh Mineral, Besi, Zinc, Selenium dan Asam Lemak Omega 3 Mineral, zinc, zat besi dan selenium memiliki peranan penting terhadap pertumbuhan kekebalan tubuh serta bertindak sebagai antioksidan. Sedangkan untuk asam lemak omega 3 merupakan kebutuhan nutrisi anak berkebutuhan khusus untuk meningkatkan kecerdasan dan meningkatkan kekebalan tubuh. Efek omega 3 ini akan memberikan pengaruh pada suasana hati anak 3 hal yang disebutkan diatas merupakan jenis nutrisi yang dibutuhkan oleh anak berkebutuhan khusus. Anda perlu memperhatikan pola makan anak berkebutuhan khusus agar bisa memperoleh tahap perkembangan dan pertumbuhan yang baik. Perawatan dan perhatian khusus memang perlu ditingkatkan untuk bisa menjaga kestabilan tubuh anak berkebutuhan khusus

3 Tips Ampuh Mengatasi Baby Blues yang Harus Dikuasi Setiap Pasangan

Proses melahirkan umumnya banyak menimbulkan perubahan dalam kehidupan. Selain merasa bahagia karena dikaruniai seorang bayi, beberapa ibu juga tidak luput dari sindrom Baby Blues setelah melahirkan. Banyak yang belum mengetahui tentang bagaimana mengatasi baby blues pada ibu. Berikut adalah langkah penting yang harus dilakukan Cara Mengatasi Permasalahan Baby Blues Memperhatikan Kebutuhan Makanan Hal terpenting yang perlu diperhatikan selain kewajiban mengurus bayi yaitu terkait dengan kebutuhan makan. Kebutuhan asupan bagi ibu setelah melahirkan perlu tetap diperhatikan dengan baik. Pastikan bahwa kebutuhan akan zat besi bisa terpenuhi dengan maksimal karena hal tersebut akan memberikan pengaruh yang besar terhadap suasana hati seseorang Meminta Bantuan kepada Orang Terdekat Hal berikutnya yang bisa dilakukan untuk bisa menghindari resiko terjadinya baby blues yaitu dengan mencari bantuan dari orang orang terdekat. Anda tidak mungkin meninggalkan bayi secara sendirian. Agar bayi tetap aman maka perlu diserahkan kepada orang yang berpengalaman seperti ke suami atau keluarga yang mengerti tentang kondisi dan situasinya Oleh karena itu, sebelum mengambil keputusan untuk meninggalkan bayi dan mencari suasana baru maka anda perlu menitipkan anak pada orang terpercaya. Hal ini perlu dilakukan dengan tujuan agar ibu dan anak bisa mendapatkan penanganan yang baik dan mengatur situasi dan suasana hati dengan lebih nyaman agar bisa kembali merawat anak Berjalan Jalan Keluar Rumah Cara mengatasi Baby Blues yang terakhir yaitu dengan meninggalkan rutinitas seperti mengganti popok, menyusui, dan aktivitas lainnya yang berkaitan dengan bayi dalam sementara waktu. Ibu bisa menggantinya dengan melakukan aktivitas berjalan keluar rumah agar bisa menghirup udara segar dan membebaskan pikiran dari pemenuhan kebutuhan bayi 3 cara yang disebutkan diatas merupakan suatu alternatif langkah yang bisa dilakukan untuk mengatasi permasalahan baby blues yang dihadapi oleh ibu. Seorang suami perlu memahami situasi ini agar tidak selalu menyalahkan dan menyudutkan posisi istri. Berikan kelonggaran bagi istri untuk bisa menenangkan diri dan beristirahat dari menjaga dan merawat bayi

Cara Menghitung Kebutuhan Susu pada Bayi Berdasarkan Usia dan Berat Badan

Cara menghitung kebutuhan susu pada bayi perlu diketahui oleh setiap orang tua, guna memastikan bahwa asupan nutrisi si kecil terpenuhi dengan baik untuk mendukung tumbuh kembangnya. Adapun cara menghitung kebutuhan susu untuk bayi ini dapat dilakukan berdasarkan usia dan berat badan anak. Berikut simak ulasan selengkapnya. Kebutuhan Susu pada Bayi Berdasarkan Usia Seiring bertambahnya usia, ukuran lambung bayi juga ikut membesar. Sehingga kebutuhan susu si kecil pun turut meningkat. Umumnya, lambung bayi berukuran sebesar kelereng saat usianya masih 1 hari. Pada tahap ini, bayi membutuhkan 5 hingga 7 ml atau sekitar 1 sendok teh susu setiap kali minum. Namun dalam sehari anda perlu menyusui bayi sebanyak 8-12 kali karena lambungnya juga cepat kosong. Setelah berusia 1 minggu, ukuran lambung bayi menjadi sebesar buah aprikot dan membutuhkan 40-60 ml dalam sekali sesi menyusu. Frekuensi menyusunya masih sama, dilakukan antara 8-12 kali sehari. Dan setelah 1 bulan, jumlahnya meningkat menjadi 120-180 ml dengan frekuensi 3-4 jam sekali. Setelah diperkenalkan MPASI, anda bisa menyusui bayi setiap 4-5 jam sekali dengan maksimal 240 ml susu. Kebutuhan Susu pada Bayi Berdasarkan Berat Badan Bagi dengan 6 Selain berdasarkan usia, cara menghitung kebutuhan susu pada bayi juga dapat dilakukan berdasarkan berat badannya. Pertama tama anda perlu mengubah satuan berat badan menjadi ounces terlebih dahulu, dimana 1 kg sama dengan 35,274 ounces. Setelah itu, bagi dengan 6, misalnya berat badan bayi adalah 132 ounces, berarti 132/6 = 22 ounces dalam satu hari. Bagi dengan 8 Berikutnya, bagi dengan 8 atau seberapa banyak frekuensi menyusu dalam satu hari. Bayi baru lahir umumnya menyusu sekitar 8 kali sehari atau setiap 3 jam. Berarti bagi 22 dengan angka 8, anda akan mendapat hasil 2,75 ounces. 1 ounce sendiri adalah 30 ml, sehingga bayi baru lahir dengan berat 3,74 kg membutuhkan susu sebanyak 82,5 ml tiap kali menyusu. Bisa diberikan sedikit lebih banyak misalnya 90 ml. Yuk bunda hitung kebutuhan susu si kecil agar dapat memenuhi kebutuhan asupan nutrisinya dengan baik. Untuk menghitung kebutuhan susu maupun MPASI sendiri memang dibutuhkan data terkait usia, berat, dan tinggi badan anak. Jadi lebih lengkapnya anda bisa berkonsultasi dengan dokter apabila masih ragu.

Kenali Tanda Tanda Alergi Susu Sapi pada Bayi, Lengkap dengan Alternatifnya!

Banyak bayi yang mengalami alergi susu sapi, dan risiko alergi ini semakin tinggi apabila salah satu atau kedua orang tuanya juga mempunyai riwayat alergi yang sama. Maka dari itu, ayah dan bunda harus mengetahui tanda tanda alergi susu sapi pada bayi. Apa saja ? Yuk simak lengkap dengan alternatifnya jika anak alergi susu sapi. Tanda Tanda Bayi Alergi Susu Sapi Alergi makanan umumnya terjadi karena sistem imun pada tubuh bereaksi berlebihan terhadap zat asing, yang sebenarnya aman namun dianggap berbahaya. Contohnya protein dalam susu sapi, dimana imun bayi menganggapnya berbahaya dan membuat tubuh berusaha menyingkirkan protein tersebut dengan cara memunculkan reaksi alergi pada tubuh. Adapun tanda tanda bayi alergi terhadap susu sapi di antaranya yaitu gatal dan ruam di kulit, bengkak bengkak di bagian tubuh tertentu, batuk batuk, mata berair, hidung meler, dan bayi akan sering menangis atau rewel. Selain itu, si kecil juga bisa mengalami gangguan pencernaan seperti nyeri perut, perut kembung, dan kram. Bahkan pada beberapa kasus, bayi bisa muntah hingga diare berdarah. Asupan Alternatif Pengganti Susu Sapi Jika anak diketahui menunjukkan tanda tanda seperti di atas, sebaiknya anda menghentikan pemberian susu sapi. Tidak perlu khawatir, anda bisa menggunakan beberapa minuman lainnya sebagai alternatif pengganti susu sapi untuk memenuhi asupan si kecil. Misalnya susu almond yang kaya akan asam lemak tak jenuh, vitamin A, vitamin D, dan vitamin E. Namun sebaiknya pilih susu almond yang tanpa pemanis supaya lebih sehat. Kalaupun menggunakan pemanis, maka cari yang pemanisnya berasal dari buah kurma atau madu. Selain susu almond, anda juga bisa menggunakan susu kedelai sebagai alternatif alergi susu sapi pada bayi. Susu kedelai ini merupakan sumber protein, vitamin A, vitamin B12, dan vitamin D yang baik untuk tubuh. Anak yang alergi terhadap susu sapi pasti akan langsung menunjukkan beberapa tanda seperti yang telah dijelaskan. Sebaiknya segera periksakan jika ada tanda yang muncul, guna memastikan bahwa anak memang alergi susu sapi atau tidak. Sehingga dapat segera dicari asupan alternatif sebagai penggantinya, seperti susu almond atau susu kedelai.

Scroll to Top