fellas

Fellas Indonesia Hadirkan Layanan Holistik untuk Ibu Pasca Melahirkan di 23 Kota di Indonesia di Hari Ibu

Jakarta, 22 Desember 2024 — Fellas Indonesia dengan bangga meluncurkan Fellas Postpartum Care, solusi holistik untuk mendukung ibu pasca melahirkan di 23 kota di Indonesia melalui acara Talkshow dan Workshop Persiapan Menyambut Masa Setelah Melahirkan dan Merawat Bayi di Mal Kalibata City Square, Jakarta Selatan. Dalam acara ini, pasangan calon ayah dan ibu akan mendapatkan pengetahuan dan pelatihan untuk mempersiapkan diri menjadi orang tua yang andal dalam menyusui serta mencegah terjadinya depresi pasca melahirkan dan stunting. “Dengan meluncurkan Layanan Holistic Postpartum Care di ulang tahun kami yang kedua ini dan bertepatan dengan Hari Ibu, kami ini bisa jadi kado buat para ibu dan anak Indonesia dan menjadi pendukung percepatan Indonesia emas,” ujar Rini Mayasari, Founder dan CEO Fellas Indonesia.     Tentang Fellas Fellas Indonesia merupakan startup di bidang kesehatan ibu dan anak yang lahir dari akselerator bisnis Indonesia Pasti Bisa: Maju Terus Pantang Mundur, diselenggarakan oleh East Venture Capital pada bulan Desember 2022. Startup ini didirikan dengan semangat foundernya, Rini Mayasari, yang mengalami kendala kehamilan berupa pre-eklampsia dan membesarkan bayi prematur. Fellas Indonesia mempunyai visi untuk memastikan layanan kesehatan yang inklusif, terjangkau, dan berkualitas tinggi untuk semua ibu dan anak di Indonesia. Sejak berdiri di tahun 2022, Fellas Indonesia telah memberikan dampak positif kepada ribuan keluarga di seluruh Indonesia melalui layanan edukasi, telemedis, dan kunjungan perawatan ke rumah. Fellas Indonesia mengusung dua fokus utama dalam layanannya: – Masalah Stunting: Mengatasi masalah pertumbuhan anak. – Depresi Pasca Melahirkan: Menyediakan dukungan bagi ibu baru. Layanan yang disediakan mencakup: – Kelas parenting – Telemedis video call – Homecare atau kunjungan ke rumah – Holistics postpartum care – Dukungan melalui Fellasian Mommy Community Kendala yang Dihadapi Orang Tua Baru Sebuah tinjauan terhadap 22 studi menemukan bahwa 62% orang tua melaporkan kecemasan tentang merawat bayi mereka. Di kota-kota besar, angka depresi pasca melahirkan sangat tinggi, mencapai 20%. Selain itu, angka ASI eksklusif di Indonesia masih rendah, hanya 44,6%. Salah satu penyebabnya adalah kurangnya pengetahuan dan kemampuan para ibu mengenai menyusui, kesehatan mental, pemulihan fisik, dan perawatan bayi selama periode nifas. Potensi bahaya depresi pasca melahirkan dan stunting mengintai karena kurang optimalnya persiapan maupun dukungan selama masa pasca melahirkan. ” Kami melihat adanya kesenjangan signifikan dalam persiapan orang tua baru terkait kesehatan mental, pemulihan fisik, dan perawatan bayi selama periode postpartum atau pasca kelahiran. Perlu adanya strategi edukasi dan sistem dukungan yang lebih baik untuk mempersiapkan orang tua menghadapi tantangan yang akan mereka hadapi setelah melahirkan,” ujar Rini Mayasari, Founder dan CEO Fellas Indonesia. Oleh karena itu, Fellas Indonesia menawarkan edukasi dan dukungan komprehensif bagi para calon orang tua untuk mempersiapkan diri menyambut bayi dan masa pasca kelahiran dengan penuh percaya diri melalui kegiatan workshop merawat bayi dan layanan Holistic Postpartum Care.   Layanan Holistic Postpartum Care Layanan ini menawarkan perawatan komprehensif melalui: –  Kunjungan Rumah oleh Bidan: Setiap ibu akan mendapatkan kunjungan rutin dari bidan bersertifikat untuk memantau kondisi fisik ibu dan bayi, serta memberikan panduan praktis dalam merawat bayi. – Telekonsultasi Ahli Gizi: Konsultasi gizi secara virtual untuk memastikan asupan nutrisi ibu yang optimal untuk pemulihan dan menyusui – Konsultasi Laktasi: panduan menyusui untuk mengatasi tantangan dalam proses menyusui agar bayi mendapatkan ASI eksklusif dan tumbuh secara optimal. – Dukungan Psikologis: sesi telekonsultasi yang nyaman dan aman untuk mencegah baby blues dan depresi pasca melahirkan. Layanan ini dapat diakses dengan mudah melalui platform Fellas Indonesia di https://fellas.id/postpartumcare, sehingga ibu dapat melakukan pemesanan kunjungan bidan dan telekonsultasi sesuai kebutuhan mereka.   Cerita di Balik Layanan Holistic Postpartum Care     Fellas Indonesia terinspirasi dari pengalaman sang Founder, Rini Mayasari, saat melahirkan anak pertamanya di Tauranga, Selandia Baru. Meskipun mengalami pre-eklampsia dan melahirkan secara prematur, Rini mengalami proses pemulihan yang cepat berkat sistem layanan kesehatan yang komprehensif di Selandia Baru. Proses pemulihan di masa nifas dikawal oleh kunjungan bidan setiap tiga hari ke rumah hingga 6 minggu masa nifas selesai untuk memantau kondisi kesehatan ibu dan bayi. Rini melihat layanan semacam ini juga dibutuhkan oleh para ibu di Indonesia. Rini pun merancang layanan Holistic Postpartum Care dengan memastikan kualitas layanan yang diberikan sama berkualitasnya dengan yang didapat ketika di Selandia Baru, melalui kurasi para bidan dan tenaga ahli konselor laktasi, nutrisionis dan psikolog yang tersertifikasi dan berdedikasi tinggi, hingga mengadaptasi layanan dengan design multidisiplin mengingat kompleksnya kebutuhan dan masalah yang dialami para ibu ketika bertransisi peran menjadi ibu dalam masa nifas. “Dengan mengkombinasikan kunjungan ke rumah oleh bidan kami yang tersebar di 23 kota di Indonesia dan telekonsultasi dengan ahli di bidang nutrisi, laktasi, dan kesehatan mental, kami berharap dapat memberikan dukungan bagi orang tua, khususnya para ibu dan bayinya, secara holistik baik mental maupun fisik untuk melewati masa-masa krusial saat postpartum dengan lebih tenang dan percaya diri,” ujar Rini Mayasari, Founder dan CEO Fellas Indonesia. About Fellas Indonesia Fellas Indonesia merupakan startup di bidang kesehatan ibu dan anak yang didirikan pada akhir tahun 2022 yang menyediakan berbagai layanan berkualitas dan terjangkau, mulai dari telemedis, homecare, kelas parenting, hingga dukungan komunitas. Contact Fellas Indonesia Email: admin@fellas.id Telepon: 0823 2085 7713 Website: https://fellas.id

Membangun Kesadaran Kesehatan Bersama FELLAS dan Orami Moms Yogyakarta

  [YOGYAKARTA} – Pada hari Sabtu, tanggal 20 April 2024, FELLAS bekerjasama dengan Orami Moms Yogyakarta menyelenggarakan acara spesial bertema “Deteksi Dini Resiko Kanker Payudara.” Acara ini berlangsung di Toean Watiman Resto mulai pukul 10.00 hingga 13.00 WIB. Dengan antusiasme yang luar biasa, acara ini dihadiri oleh 17 ibu yang peduli akan kesehatan, bersama dengan beberapa tim dari FELLAS dan Orami Moms. Acara dimulai dengan sambutan hangat dari perwakilan FELLAS dan Orami Moms Yogyakarta. Mereka menyampaikan rasa terima kasih kepada semua peserta yang telah hadir untuk berbagi pengalaman dan pengetahuan tentang pentingnya deteksi dini kanker payudara. Salah satu momen paling dinanti dalam acara ini adalah sharing session dari salah satu tenaga ahli Fellas, dr. Dhuhita Ghassanizada tentang pentingnya deteksi dini risiko kanker payudara. Sebagai seorang dokter spesialis yang berpengalaman, dr. Dhuhita memberikan penjelasan yang sangat informatif dan mendalam tentang bagaimana mendeteksi dini kanker payudara, tanda-tanda yang perlu diperhatikan, serta langkah-langkah pencegahan yang dapat diambil untuk menjaga kesehatan payudara. Dalam sesi sharing yang interaktif, para peserta diajak untuk bertanya dan berdiskusi tentang topik ini. Dr. Dhuhita dengan sabar menjawab setiap pertanyaan dan memberikan penjelasan yang jelas dan mudah dipahami. Para peserta sangat antusias mengikuti sesi ini dan banyak yang mengaku mendapatkan wawasan baru yang sangat berguna. Setelah sesi sharing selesai, acara dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tukar pengalaman antara para peserta. Mereka berbagi cerita, pengalaman, dan tips seputar kesehatan payudara. Ini menjadi momen yang sangat berharga karena para peserta bisa saling mendukung dan menginspirasi satu sama lain. Tak lupa, acara ini juga dimeriahkan dengan adanya giveaway dan doorprize menarik dari FELLAS dan Orami Moms Yogyakarta. Para peserta berkesempatan untuk memenangkan berbagai hadiah yang tentunya sangat berguna untuk mendukung kesehatan mereka dan keluarga. Akhirnya, secara keseluruhan, acara “Deteksi Dini Resiko Kanker Payudara” yang diselenggarakan oleh FELLAS dan Orami Moms Yogyakarta dapat dikatakan sukses besar. Selain mendapatkan pengetahuan baru tentang pentingnya deteksi dini kanker payudara, para peserta juga berhasil membangun jaringan dan pertemanan baru. Semoga acara ini dapat menjadi awal dari perjalanan kesehatan yang lebih baik bagi semua peserta. Terima kasih kepada FELLAS, Orami Moms Yogyakarta, dan semua peserta yang telah membuat acara ini menjadi begitu berkesan dan bermanfaat. [AAD]

Pentingnya Konsultasi Medis bagi Ibu Hamil yang Ingin Berpuasa

Sebagian ibu hamil masih ragu menunaikan ibadah puasa karena berpikir bahwa tidak makan selama lebih dari 10 jam dapat mempengaruhi kesehatan janin. Akan tetapi, para dokter mengatakan bahwa ada banyak manfaat puasa pada kehamilan sesuai kondisi tubuh ibu. Dalam hal ini, sangat penting untuk mengecek kondisi kesehatan sebelum berpuasa. Konsultasi secara rutin perlu dilakukan ibu hamil untuk memastikan agar sang janin masih dalam keadaan sehat meski ibu tengah berpuasa. Sehingga, kegiatan puasa tidak menimbulkan resiko komplikasi, masalah persalinan hingga resiko penyulit. Selain itu, ada beberapa alasan penting mengapa ibu hamil perlu konsultasi medis sebelum berpuasa. Perlunya Konsultasi Medis Ibu Hamil sebelum Puasa 1. Mencegah Komplikasi Dikarenakan kondisi ibu hamil yang cukup rentan mengalami komplikasi, konsultasi medis sangat penting dilakukan apalagi selama berpuasa. Sebab, berpuasa dapat menimbulkan dehidrasi, diabetes dan penyakit serius lainnya. Oleh sebab itu, pemeriksaan dibutuhkan untuk mengetahui seberapa besar resiko mengalami komplikasi tersebut. 2. Menjaga Perkembangan Janin Tidak hanya mengetahui kesehatan ibu, rutin konsultasi ke dokter kandungan juga membantu sang ibu mengetahui kondisi tumbuh kembang janin. Dalam hal ini, dokter memeriksa irama jantung, posisi bayi, ukuran bayi dan tes kelainan. Jika ada hal yang terdeteksi sebelum kelahiran, maka bisa melakukan tindakan tertentu untuk mengurangi resiko. 3. Mempersiapkan Kelahiran Berkonsultasi ke dokter kandungan selama bulan Ramadhan juga dapat membantu ibu mempersiapkan kelahiran. Tidak hanya informasi kesehatan, ibu juga mengetahui informasi persalinan dan kesiapan menjelang hari kelahiran. Pada umumnya, dokter akan menyampaikan pengetahuan baru mengenai kehamilan setiap sesinya. Mulai dari proses kelahiran yang akan dijalani, masa persalinan hingga setelah persalinan. Ibu juga mengetahui hal-hal apa saja yang perlu dilakukan selama menunaikan ibadah puasa saat hamil. Beberapa anjurannya yakni minum air yang cukup, tidur teratur, memenuhi kebutuhan nutrisi, gizi dan hidrasi. Bisa disimpulkan bahwa sangat penting untuk berkonsultasi medis bagi ibu hamil yang berpuasa. Dengan begitu, kegiatan puasa tidak mempengaruhi kondisi ibu dan janin di kandungan. Konsultasi juga membantu ibu mempersiapkan proses persalinan agar berjalan baik nantinya. https://www.sariasih.com/artikel/kesehatan/manfaat-cek-kehamilan-bagi-ibu-dan-janin https://www.klikdokter.com/ibu-anak/kehamilan/alasan-penting-anda-harus-rutin-cek-kandungan-saat-hamil

Kapan Sebaiknya Mengajarkan Si Kecil Berpuasa?

Meski anak masih belum memiliki kewajiban berpuasa, tentunya orang tua ingin melatih sang anak berpuasa sejak dini agar terbiasa. Selain itu, ada banyak manfaat yang diperoleh bagi anak seperti melatih kesabaran, mencegah anak kelebihan berat badan dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Akan tetapi, jika anak dilatih berpuasa terlalu dini, bukan manfaat yang didapat tetapi dampak kurang baik bagi kesehatan yang bisa fatal. Maka dari itu, sangat penting untuk mengenali kesiapan si kecil berpuasa. Tidak perlu khawatir, berikut waktu terbaik bagi anak untuk latihan berpuasa yang perlu diketahui. Waktu Terbaik Anak Berpuasa 1. Sudut Pandang Agama Dari sisi agama, seseorang wajib menunaikan ibadah puasa sejak berusia akil baligh atau puber. Masa ini sekitar usia 9-14 untuk laki dan 8-13 tahun untuk perempuan. Contoh tanda-tanda akil baligh pada anak yaitu tumbuhnya rambut pada bagian tubuh tertentu. Akan tetapi, jika ingin melatihnya berpuasa sebelum puber, masih bisa sesuai kemampuan berpuasa anak. Anda juga perlu mempertimbangkan berat badan ideal dengan usianya. Jika anak memiliki tubuh sehat dan berat badan ideal, maka tidak masalah melatihnya berpuasa. Akan tetapi, tidak dianjurkan bagi anak dengan masalah kesehatan seperti kurang nafsu makan dan kekurangan berat badan. 2. Sudut Pandang Medis Sementara itu, dari sisi medis, suatu penelitian dengan anak berusia 7 tahun yang berpuasa menunjukkan adanya resiko mengkhawatirkan yang jarang ditemui. Seperti yang diketahui bahwa puasa mempengaruhi pola hidup seperti metabolisme tubuh, makan dan tidur. Perubahan itulah yang mempengaruhi kondisi kesehatan sang anak. Maka dari itu, sangat disarankan untuk melatih anak berpuasa setelah berusia 7 tahun agar terhindar dari gangguan kesehatan seperti dehidrasi, konsentrasi dan bahkan hipoglikemia. Meski sudah berusia 7 tahun ke atas, sangat penting untuk melatihnya dengan tepat agar si kecil dapat menjalani puasa. Itulah penjelasan kapan sebaiknya mengajarkan si kecil berpuasa. Anda bisa mengenalinya dari umur anak, tanda akil baligh, kandungan nutrisi dan berat badan anak untuk memastikan kesiapannya secara fisik. Agar si kecil bersemangat, anda bisa menyajikan menu buka dan sahur yang lezat sekaligus bernutrisi. Referensi https://www.gramedia.com/literasi/umur-anak-wajib-berpuasa/ https://www.kompas.com/tren/read/2022/04/04/150000365/latih-anak-puasa-mulai-usia-berapa-dan-bagaimana-caranya-?page=all https://www.alodokter.com/kapan-waktu-terbaik-bagi-anak-berlatih-puasa

Cara Menjaga Kesehatan Mental dan Emosional Ibu Menyusui selama Ramadhan

Tidak hanya baik bagi kesehatan fisik, puasa juga dapat mempengaruhi kesehatan mental. Terlebih lagi, bagi ibu menyusui yang sangat rentan terkena stress karena mengemban tanggung jawab besar. Mereka harus menjalani semua tanggung jawab mulai dari merawat bayi, memberikan ASI hingga pekerjaan rumah. Perubahan waktu tidur, beban fisik dan situasi inilah yang menyebabkan peningkatan stress. Tidak perlu khawatir, meski stress tidak sepenuhnya bisa dihindari, ibu dapat menghadapinya dengan cara yang sehat. Berikut cara menjaga kesehatan mental dan emosional ibu menyusui selama Ramadhan yang dapat dilakukan.   Menjaga Kesehatan Emosional dan Mental Ibu Hamil Berpuasa   1. Mendengarkan Murotal Murotal atau lantunan ayat-ayat suci Al-Quran dapat menghilangkan rasa ketakutan. Anda sebagai ibu menyusui dapat mendengarkan murottal selama berpuasa untuk menghindari rasa gelisah yang berlebihan. Selain ibu, lantunan ini juga dapat menenangkan bayi yang sedang menyusu. 2. Terapkan Pola Hidup Sehat Wanita menyusui juga perlu menerapkan pola hidup sehat dengan mengonsumsi makanan bergizi pada saat berbuka dan sahur. Perhatikan juga asupan nutrisi dan jaga kebutuhan hidrasi. Begitu juga dengan istirahat yang cukup dan teratur. Meski sulit dilakukan tetapi sangat penting untuk menjaga kesehatan baik fisik dan mental ibu. 3. Relaksasi Tips selanjutnya yang tidak kalah penting untuk menjaga kesehatan mental dan emosional ibu hamil selama Ramadhan yakni dengan melakukan relaksasi. Ibu menyusui bisa mencoba beberapa teknik relaksasi seperti yoga, latihan pernapasan dan meditasi. Mandi air hangat juga relaksasi yang bisa dilakukan untuk mengurangi ketegangan otot. Selain itu, hal tersebut juga dapat meningkatkan sirkulasi udara dan merangsang pelepasan hormon endorphin. Hormon itulah yang mengurangi stress sekaligus meningkatkan perasaan bahagia. Cara ini memberikan waktu ibu menyusui untuk beristirahat dan memulihkan diri dari kegiatan monoton yang berulang kali dilakukan. Ada banyak hal yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan mental dan emosional ibu hamil selama Ramadhan. Setiap metodenya memiliki cara kerja tersendiri tetapi tujuan yang sama untuk menenangkan pikiran busui. Dalam hal ini, usahakan melakukan apapun yang membuat ibu merasa bahagia dan tenang asalkan tidak membatalkan puasa.   Referensi: https://www.halodoc.com/artikel/ibu-ini-5-cara-mengatasi-stres-selama-memberikan-asi-eksklusif https://www.halodoc.com/artikel/6-tips-menjaga-keseimbangan-mental-saat-puasa https://mamabear.co.id/kondisi-mental/ https://www.haibunda.com/menyusui/20201005142900-54-165357/10-pemicu-stres-pada-ibu-menyusui-begini-cara-mengatasinya  https://muslimahdaily.com/lifestyle/parenting/item/1656-10-manfaat-memperdengarkan-murottal-untuk-janin.html

Pentingnya Istirahat yang Cukup bagi Ibu Hamil yang Berpuasa

Ada banyak manfaat yang diperoleh ibu hamil dari berpuasa seperti kesehatan janin dan ibu. Namun, ibu hamil dengan masalah kesehatan tertentu dilarang berpuasa agar tidak mempengaruhi janin. Ibu hamil aman menunaikan puasa jika memperoleh persetujuan dari dokter sesuai kondisinya. Sebab, berpuasa dapat meningkatkan resiko mulai dari dehidrasi, anemia hingga diabetes gestasional. Jika dokter mengizinkan, maka ada beberapa hal yang perlu dilakukan ibu hamil selama berpuasa. Salah satunya yakni istirahat yang cukup dan teratur. Berikut alasan mengapa istirahat penting dilakukan ibu hamil selama berpuasa. Alasan Perlu Istirahat Cukup bagi Ibu Hamil Berpuasa 1. Persalinan Normal Perlu diketahui bahwa wanita hamil harus tidur setidaknya enam jam per hari. Durasi tidur siang yang ideal yakni 30-60 menit. Sangat disarankan untuk tidak tidur siang terlalu lama atau terlalu sebentar. Sebab, hal ini dapat menimbulkan rasa lelah. Efek tidur pada ibu hamil tidak bisa diremehkan. Penyebab terbesarnya yakni hormon progesteron yang paling dibutuhkan untuk kelangsungan hamil. Selama kehamilan, kebutuhan tidur sangat dibutuhkan terutama tiga bulan pertama. Sebab, terdapat peningkatan sekresi progesterone selama tidur. Hal inilah yang menimbulkan rasa kantuk berlebihan dan rasa lelah konstan di siang hari. 2. Mengurangi Rasa Mulas Mulas seringkali membuat wanita hamil tetap terjaga di malam hari. Saat kehamilan, Rahim membesar dan perut meregang sehingga menimbulkan sensasi mulas. Faktanya, tidur ialah solusinya. Sebaiknya tidur di sisi kiri dengan menekuk lutut. Disamping itu, cobalah tidur dengan posisi kepala tinggi menggunakan bantal. 3. Mengurangi Resiko Lahir Prematur dan Insomnia Tidak hanya memenuhi kebutuhan nutrisi, istirahat yang cukup selama hamil juga mengurangi resiko bayi lahir prematur. Jika malam hari hanya bisa tidur 6 jam, ibu bisa menambahkan waktu tidur siang hari selama 30-60 menit. Tidur cukup juga membuat ibu hamil aman dari insomnia dan selalu merasa fit sepanjang hari. Demikian penjelasan mengenai pentingnya tidur yang cukup bagi ibu hamil yang berpuasa. Usahakan tidur yang cukup dan teratur agar terhindar dari masalah kesehatan. Selain tidur, ibu perlu mengimbanginya dengan asupan makanan sehat. Jangan lupa untuk berkonsultasi dengan dokter mengenai kondisi kesehatan. Referensi: https://www.orami.co.id/magazine/5-alasan-ibu-hamil-harus-cukup-tidur-simak-di-sini https://bocahindonesia.com/puasa-saat-hamil/ https://puskesmaspetanahan.kebumenkab.go.id/index.php/web/post/22/8-tips-puasa-saat-hamil  

Cara Mengatasi Kelelahan dan Kekurangan Energi pada Ibu Menyusui yang Berpuasa

Sebagai umat muslim yang beriman, sudah sewajarnya menjalankan puasa selama bulan Ramadan, yang merupakan ibadah wajib. Akan tetapi, berpuasa saat masih menyusui buah hati mungkin bisa membuat anda mudah lelah. Sehingga penting untuk mengetahui cara mengatasi kelelahan dan kekurangan energi pada ibu menyusui yang berpuasa. Dengan begitu, anda dapat mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan terjadi pada diri sendiri maupun si kecil. Sebab pada dasarnya puasa bagi ibu menyusui bukanlah masalah, jika anda sudah paham apa saja yang boleh dan tidak boleh dikonsumsi serta dilakukan.   Cara Berpuasa Bagi Ibu Menyusui 1. Istirahat yang Cukup Lelah dan kekurangan energi pada ibu menyusui yang sedang berpuasa umumnya terjadi karena aktivitas yang dilakukan. Jika anda melakukan aktivitas yang berat, sudah pasti energi akan lebih mudah terkuras. Sehingga ibu menyusui sebaiknya memang menghindari melakukan aktivitas yang memberatkan diri. Apabila anda sudah merasa lelah, segera istirahat dan jangan paksakan tubuh. Jangan lupa penuhi kebutuhan cairan sebanyak 3.1 liter atau setara dengan 13 gelas air per harinya. Anda dapat memenuhi kebutuhan cairan ini saat sahur maupun berbuka puasa, jadi ASI pun bisa mengalir lancar tanpa ada masalah. 2. Konsumsi Makanan Bergizi Setelah menjalani puasa seharian, anda mungkin akan merasa lelah dan kekurangan energi. Sehingga pastikan untuk mengonsumsi makanan yang bergizi untuk mencukupi asupan nutrisi. Ibu yang sedang menyusui akan membutuhkan nutrisi mencakup karbohidrat, protein, serat, lemak sehat, serta vitamin dan mineral. Anda dapat memperoleh berbagai nutrisi tersebut dari daging sapi, hati, makanan laut seperti ikan dan kerang, kacang-kacangan, telur, sayuran hijau seperti brokoli, buah-buahan, hingga susu maupun olahannya seperti keju atau yogurt. 3. Berhenti Puasa Jika sudah merasa tidak kuat berpuasa, sebaiknya memang jangan dipaksakan. Misalnya saat kondisi demam, rasa haus yang parah, sakit kepala, urine berwarna kuning pekat atau berbau tajam, hingga pingsan. Meskipun puasa tidak memiliki banyak pengaruh terhadap kuantitas dan kualitas ASI, tapi sebaiknya anda tidak memaksakan diri pada kondisi tersebut. Demikian cara mengatasi kelelahan dan kekurangan energi pada ibu menyusui yang berpuasa. Apabila asupan nutrisi cukup dan tidak melakukan aktivitas berlebihan, maka berpuasa tidak akan menjadi masalah bagi ibu menyusui. Bunda juga dapat berkonsultasi dengan dokter, apabila masih merasa khawatir jumlah dan kandungan nutrisi ASI tidak cukup untuk si kecil.   Referensi: https://www.alodokter.com/kiat-aman-puasa-bagi-ibu-menyusui https://www.rspp.co.id/artikel-detail-180-Tips-Berpuasa-untuk-Ibu-Menyusui.html

Bolehkah Ibu Menyusui Berpuasa? Simak Selengkapnya di Sini

Puasa merupakan rukun Islam yang ketiga. Dimana setiap muslim diwajibkan untuk berpuasa selama sebulan penuh saat bulan Ramadan tiba. Yang menjadi pertanyaan, bolehkah ibu menyusui berpuasa? Banyak orang mempertanyakan hal ini karena khawatir produksi ASI berkurang saat menjalani puasa. Mengingat bahwa ibu tidak akan mendapatkan asupan cairan dalam waktu yang lama saat berpuasa. Sehingga produksi ASI terpengaruh dan berisiko terhadap kesehatan si kecil. Namun apakah memang demikian? Yuk cari tahu jawabannya melalui ulasan berikut. Fakta Mengenai Puasa Bagi Ibu Menyusui Perlu diketahui terlebih dahulu bahwa perubahan pola makan tidak selalu langsung mempengaruhi produksi ASI. Sebab tubuh manusia umumnya punya cadangan lemak yang dapat digunakan untuk memproduksi ASI saat berpuasa di siang hari. Dan saat anda menahan diri untuk tidak makan dan minum selama beberapa jam, memang bisa menurunkan sebagian kecil jumlah vitamin dan mineral yang terkandung dalam ASI. Meski begitu, jumlah nutrisi di dalam ASI masih sama banyaknya sehingga tidak akan mengganggu proses tumbuh kembang anak. Selama tubuh anda dalam keadaan sehat dan ASI yang diproduksi lancar, maka tidak ada masalah apabila busui ingin menjalankan ibadah puasa selama Ramadan. Apalagi jika anak sudah di atas usia 6 bulan, karena si kecil bisa mendapat tambahan nutrisi dari makanan pendamping ASI (MPASI). Tips Puasa Bagi Ibu Menyusui Supaya tidak terlalu cemas, ada beberapa tips yang bisa anda terapkan apabila ingin menjalankan ibadah puasa sambil menyusui anak. Yaitu pastikan anda menjaga asupan nutrisi yang masuk ke dalam tubuh. Konsumsi asupan gizi seimbang saat sahur maupun berbuka puasa. Selain itu, anda perlu tetap minum 8 gelas air putih dalam sehari untuk mencegah terjadinya dehidrasi. Itu juga dilakukan di antara waktu sahur dan berbuka. Anda bisa melakukan olahraga ringan di pagi atau siang hari untuk menjaga kebugaran tubuh. Namun pastikan tubuh juga mendapat istirahat yang cukup serta tidak digunakan untuk beraktivitas terlalu berat. Kesimpulan dari ulasan di atas mengenai bolehkah ibu menyusui berpuasa yaitu boleh-boleh saja. Selama anda menjaga asupan gizi yang masuk seimbang dan tubuh tidak dehidrasi, maka produksi ASI akan tetap lancar untuk si kecil. Jika masih khawatir, sebaiknya konsultasikan lebih lanjut ke dokter. Berhenti berpuasa apabila memang dirasa benar-benar tidak kuat.    Referensi: https://www.halodoc.com/artikel/ibu-menyusui-sebaiknya-boleh-berpuasa-atau-tidak https://bunda.co.id/artikel/kesehatan/kehamilan/ibu-menyusui-boleh-puasa-simak-selengkapnya/ https://www.alodokter.com/fakta-penting-tentang-puasa-bagi-ibu-menyusui

Menjaga Keseimbangan Gula Darah Selama Puasa Bagi Ibu Hamil

Saat berpuasa, asupan kalori yang masuk ke dalam tubuh akan berkurang. Alhasil, kadar gula darah di dalam tubuh pun ikut mengalami penurunan. Oleh karena itu, menjaga keseimbangan gula darah selama puasa bagi ibu hamil perlu diperhatikan dengan cermat demi kesehatan janin. Dalam hal ini, ada beberapa pilihan asupan yang dapat anda pertimbangkan untuk menjaga keseimbangan gula darah tersebut. Sehingga anda pun bisa menjalankan ibadah puasa dengan aman dan nyaman. Apa saja? Berikut catat daftarnya. Asupan untuk Jaga Gula Darah Bagi Ibu Hamil 1. Karbohidrat Kompleks Karbohidrat kompleks harus dipenuhi selama ibu hamil sedang berpuasa. Karena asupan tersebut dimetabolisme lebih lambat dalam darah, sehingga membuat gula darah pun stabil lebih lama selama menjalankan puasa seharian.  Dengan kata lain, anda bisa merasa kenyang sedikit lebih lama dibandingkan mengonsumsi karbohidrat sederhana. Jadi daripada mengonsumsi nasi putih, ada alternatif karbohidrat lainnya seperti nasi merah dan gandum dengan nutrisi yang lebih kompleks. 2. Kurma dan Buah-Buahan Makanan yang disunnahkan saat berbuka puasa yaitu kurma dan air. Selain mendapat pahala dari mengerjakan hal sunnah, anda juga bisa mendapatkan manfaat baik dari kurma tersebut. Itu karena kadar gula darah akan menurun dan membuat badan menjadi lemas saat puasa. Sehingga diperlukan makanan yang mengandung gula, glukosa dan fruktosa, untuk meningkatkan kadar gula darah dalam waktu cepat saat berbuka. Kurma bisa membantu anda dalam hal ini. Selain kurma, ibu hamil juga bisa mengonsumsi variasi buah-buahan lainnya seperti alpukat, jeruk, dan pisang yang mengandung vitamin serta mineral penting untuk tubuh. 3. Madu Madu juga punya kandungan glukosa alami yang dapat membantu menjaga keseimbangan gula darah saat berpuasa. Anda bisa mengonsumsinya saat sahur maupun berbuka puasa untuk menjaga agar badan tidak mudah lemas.  Itu dia beberapa asupan tambahan yang dapat membantu menjaga keseimbangan gula darah selama puasa bagi ibu hamil. Tentunya anda tetap perlu mengonsumsi makanan empat sehat lima sempurna untuk mencukupi asupan nutrisi ini. Jika perlu, minta rekomendasi dari dokter terkait makanan apa saja yang boleh dan tidak boleh dikonsumsi oleh ibu hamil selama berpuasa.   Referensi: https://www.halodoc.com/artikel/7-asupan-sehat-untuk-ibu-hamil-yang-puasa https://www.halodoc.com/artikel/6-pilihan-asupan-puasa-bagi-ibu-hamil

Celebrating International Women’s Day with Fellas Indonesia: A Live Discussion on Mothers’ Mental Health

This International Women’s Day, Fellas Indonesia takes a moment to honor the incredible journey of womanhood, especially the profound journey of motherhood. Women across the globe juggle numerous roles – as mothers, wives, workers, siblings, daughters, and so much more. While fulfilling these roles with utmost dedication, it’s not uncommon for women, especially mothers, to experience overwhelming demands that can impact their mental health and well-being.   Join Us for a Special Instagram Live Session To shine a light on this important issue, Fellas Indonesia is thrilled to host an Instagram Live session focusing on Taking Care of Mothers’ Mental Health. This session aims to open up a heartfelt discussion about the challenges mothers face and explore ways to support their mental health and resilience amidst the myriad responsibilities they shoulder. 📅 Date: Saturday, 9 March 2024 ⏰ Time: 1 PM Indonesian Western Time (WIB) 📍 Location: @fellasofficial.id on Instagram (https://www.instagram.com/p/C4IuyRQRZhE/?igsh=dnBtdnM1eDB6OXpr)    Our discussion will unpack the complexities of a mother’s world, offering insights, sharing experiences, and discussing strategies to navigate the often demanding and energy-draining roles they play. Whether you’re a mother feeling the weight of these responsibilities, or someone looking to better support the mothers in your life, this session is for you.   Let’s Talk About It     The mental health of mothers is a vital issue that deserves our attention and understanding. By bringing this conversation to the forefront, we hope to foster a supportive community that recognizes and addresses the mental and emotional needs of mothers everywhere. Save the date and join us for this impactful session. Your presence is a step forward in breaking the stigma and supporting mothers’ mental health. Together, let’s celebrate the strength and resilience of women this International Women’s Day and beyond.   #FellasIndonesia #InternationalWomensDay #MothersMentalHealth #MentalHealthAwareness #WomenSupportingWomen #FellasTalks

Scroll to Top